Fisika industri adalah penerapan prinsip fisika untuk menjawab kebutuhan teknologi, pengukuran, dan proses di dunia industri. Topik ini dibahas Dr Siti Aisyah Abdul Wahab dari Universiti Teknologi Malaysia dan Conquest Analytical dalam kuliah internasional Undip Global Classroom pada 4 September 2026.
Kuliah Internasional Fisika Industri di Undip
Dr Siti Aisyah adalah peneliti pascadoktoral di Universiti Teknologi Malaysia sekaligus application specialist di Conquest Analytical. Ia membawakan materi berjudul “Physics Across Industries: From Fundamental Physics to Real-World Industrial Applications”. Mahasiswa memperoleh gambaran tentang peran ilmu dasar ini dalam industri modern, mulai dari teori ilmiah dan teknologi hingga praktik di dunia kerja.
Menurut pemateri, prinsip fisis tidak hanya menjelaskan materi, energi, dan fenomena alam. Prinsip itu juga mendukung teknologi, instrumentasi, sistem pengukuran, dan proses industri. Fenomena alam diubah menjadi data terukur untuk analisis, pengendalian proses, dan pengambilan keputusan.
Penerapan Fisika Industri di Semikonduktor, Kesehatan, dan Energi
Materi mencakup sektor semikonduktor, otomotif, kesehatan, energi, manufaktur, dan lingkungan. Elektromagnetisme dan optika berperan pada perangkat semikonduktor. Sinar-X, resonansi magnetik, ultrasonografi, dan laser dipakai di bidang kesehatan. Di sektor energi, termodinamika, fotovoltaik, dan dinamika fluida mendukung pengembangan teknologinya.
Pemateri juga memaparkan alur penerapan dari konsep dasar sampai keputusan industri. Tahapannya meliputi pemahaman prinsip fisis, pengukuran fenomena, penggunaan instrumen, pengolahan data, dan penentuan tindakan. Keberhasilan teknologi bergantung pada ketepatan pengukuran dan interpretasi data, bukan hanya penguasaan teori.
XRF dan Optika sebagai Contoh Teknologi Industri
X-ray fluorescence (XRF) menjadi contoh konkret. Teknik ini memakai interaksi sinar-X dengan material untuk mengidentifikasi komposisi unsur. Pengukurannya meliputi eksitasi sampel dengan sinar-X, deteksi sinyal fluoresensi karakteristik, dan analisis data lewat perangkat lunak. Industri memakainya untuk analisis material dan pengendalian kualitas.
Pada bidang optika dan fotonika, spektroskopi memberi informasi kimia dan struktural material. Laser dimanfaatkan untuk pemrosesan material, pengukuran, dan pengendalian presisi. Sensor optik mengubah perubahan karakteristik fisik menjadi sinyal untuk pemantauan dan otomasi industri.
Data dan Peluang Karier bagi Lulusan
Kuliah ini juga menyoroti fisika berbasis data. Data dari banyak sensor perlu dikumpulkan, diolah, dan dianalisis agar bermakna. Karena itu, kemampuan pemrograman, analisis data, interpretasi hasil ukur, dan integrasi sistem semakin relevan bagi lulusan.
Peluang kariernya beragam, dari riset dan pengembangan teknologi, analisis data, dan instrumentasi, sampai spesialis produk dan dukungan teknis. Industri mencari lulusan yang mampu meninjau spesifikasi teknis, menyelesaikan masalah, membaca data, berkomunikasi, dan beradaptasi dengan teknologi baru. Pengalaman pemateri di riset pascadoktoral dan industri menunjukkan pentingnya menjembatani teori dengan kebutuhan lapangan.
Kuliah ini bagian dari upaya Undip Global Classroom memperluas wawasan global mahasiswa lewat narasumber akademik dan profesional internasional. Universitas Diponegoro berharap program ini terus menjadi wadah pertukaran pengetahuan yang memperkuat hubungan perguruan tinggi, penelitian, dan industri.
Sumber: kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro. Penjelasan program tersedia dalam panduan Undip Global Classroom, dan profil kampus asal pemateri ada di situs Universiti Teknologi Malaysia.